|

Putus Cinta di Masa Pandemi? Jangan Patah Semangat Ya!

Di masa pandemi  yang mengharuskan kita untuk selalu di rumah aja, banyak yang mengalami beberapa masalah dengan pasangannya. Biasanya hal ini dipicu karena kurangnya waktu untuk saling bertatap muka secara langsung. Bahkan ada yang beranggapan inilah the real long distance relationship alias LDR. Bayangin aja, kamu dan si dia berada di satu kota, namun keadaan mengharuskan kamu nggak boleh bertemu sampai waktu yang nggak tentu. Huhu… Sedih, ya! Karena pada momen ini katanya adalah memutuskan untuk tidak bertemu adalah sebuah love language yang baru. Ini artinya kamu dan pasangan saling menjaga kesehatan satu sama lain.

Namun Genks, banyak juga yang di masa pandemi malah patah hati karena putus cinta. Kalau yang ini mimin bisa bayangin sih, sedihnya kayak gimana. Alasannya pun bermacam-macam. Tapi, kalau udah urusan hati memang cukup sulit mempertahankan sebuah hubungan di masa pandemi ini. Buat kamu yang baru aja mengalami patah hati, kamu boleh sedih dan keluarin semua perasaan kamu, kok. Karena itu adalah perasaan yang wajar untuk dikeluarkan. Lalu setelah itu? Masa mau berlarut-larut dalam kesedihan. Pastinya nggak, dong! Yuk, mimin bantu melewati semua itu!

Baca Juga :

1. Kamu bisa kok melewatinya!

Bukan hal yang nggak mungkin kalau kamu merasa itu semua sangat berat. Bagaimana pun kamu dan dia sudah memiliki banyak momen bersama. Saat memutuskan untuk berpisah, pastilah suatu hal yang berat. Pada tahap awal, akan sangat wajar kamu merasakan berbagai perasaan yang nggak karuan. Cukup terima saja, dan release apa yang kamu rasakan. Jangan ditahan-tahan ya, Genks! Menahan suatu perasaan hanya akan membuatnya semakin sulit. Karena perasaan tersebut nggak terlampiaskan sebagaimana mestinya. Yang terpenting kamu harus percaya, bahwa Tuhan nggak mungkin memberikan beban yang melampaui kemampuan kamu. Ini artinya, kamu pun pasti bisa melewatinya. Namun, semua pasti butuh proses. Nggak apa-apa.. Pelan-pelan ya, Genks!

2. Perhatikan hal lain disekeliling kamu

“Lagi patah hati boro-boro merhatiin orang lain, diri sendiri aja nggak keurus min!”  

Nah justru ini triknya, Genks! Setelah berlarut-larut sedih, kamu pastinya membutuhkan suatu yang bisa mendistraksi kamu. Kamu bisa memulai dengan memerhatikan hal-hal disekeliling kamu dulu. Misalnya dengan sahabat kamu, yang sempat kamu abaikan karena kamu fokus dengan si Doi. Kamu bisa menghabiskan waktu untuk facetime dengannya. Pastinya kamu pun butuh seseorang untuk mendampingi kamu saat patah hati seperti ini. Mimin yakin, teman kamu pun pasti mengerti. Dia akan berusaha juga, untuk membantu kamu melewatinya. Entah dengan selalu mengajak kamu bercanda atau bernostalgia tentang hal-hal seru yang pernah kamu lakuin dengan sahabat kamu. Gimana? Udah merasa lebih baik belum, Genks?

3. Jalani hobby kamu

Saking seringnya kamu dengan si Doi membuat kamu nggak punya cukup waktu untuk menjalani hobi kamu? Hmm.. kalau sampai seperti itu sih, sebuah keputusan yang tepat kalau kamu akhirnya mengkhiri hubungan dengannya. Karena bagaimana pun, kamu perlu untuk menyenangkan diri kamu sendiri. Salah satunya bisa lewat hobi, Genks! Misalnya kamu yang hobi fotografi, coba tanya pada diri kamu sendiri, kapan terakhir kali kamu merawat kamera kamu atau pun meng-upgrade skill kamu? Yuk, mulai buka-buka tutorial di youtube dan mulai haunting spot-spot foto baru di rumah kamu. Dengan begitu kamu pun punya banyak karya baru, dan pastinya bisa bantu kamu untuk lupain si dia!

Itu dia, beberapa step yang bisa kamu lakuin untuk bantu kamu bangkit kembali, Genks! Jangan patah semangat, ya!

Share :
Baca Juga

Memaksimalkan Pemakaian Sheet Mask, Ini Tipsnya…

Beda Zodiak, Beda Cara Meredakan Stres 

Manfaat Break Media Sosial untuk Tubuh

Benarkah Motif Stripes Vertikal Membuat Tampilan Lebih Ramping?

Copyright © 2018 All Right Reserved
Lupa password ? klik disini
Nama Lengkap
Email
Password
Alamat Lengkap
Tempat, Tgl Lahir
I agree with term and conditions
Sudah punya akun, login disini
Sudah punya akun, login disini
Upload Foto
Upload Foto
Upload Struk
*) Max 230 Karakter, Sisa 230 Karakter